Implikasi Politik Penerapan Sistem Pemilu Proporsional Di Indonesia: Dari Liberalisasi Politik Hingga Oligarki Partai Politik

Isi Artikel Utama

Hannan
Munari Kustanto

Abstrak

Studi ini fokus mengkaji penerapan sistem proporsional pada pemilihan umum di Indonesia beserta implikasi politik yang muncul di dalamnya. Menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini bertujuan untuk: (i) menganalisa penerapan sistem proporsional pada Pemilu di Indonesia; (ii) menganalisa peran dan kedudukan partai politik, pemilih, dan perwakilannya dalam penerapan sistem proporsional Pemilu di Indonesia; dan (iii) menganalisa pola hubungan yang terbentuk antara parpol dengan konstituen, dan/atau konstituen dengan wakilnya ketika sistem proporsional diterapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilu dengan sistem proporsional masih menjadi pilihan dalam mekanisme penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia, khususnya pemilihan umum di level legislatif. Selama diterapkan, baik proporsional terbuka maupun tertutup sama-sama memiliki kelemahan dan keunggulan. Pada sistem proporsional tertutup, titik lemahnya ada pada dominannya partai politik dalam proses rekrutmen dan partisipasi politik sehingga cenderung melahirkan praktik oligarki. Partai politik memiliki kontrol sangat kuat terhadap keberadaan kandidat, baik saat pendaftaran, penentuan nomor urut, lebih-lebih ketika masa penentuan calon terpilih. Adapun pada sistem proporsional terbuka, satu di antara persoalan paling fundamental adalah menguatnya praktik liberalisasi politik. Secara umum, problem liberalisasi politik ditandai oleh menguatnya politik transaksional (money politics), baik yang beroperasi di lingkaran elit parpol maupun di lingkungan konstituen (rakyat).

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Acemoglu, D. (2008). Oligarchic Versus Democratic Societies. Journal of the European Economic Association, 6(1), 1–44. https://doi.org/10.1162/JEEA.2008.6.1.1

Alemán, E., Micozzi, J. P., Pinto, P. M., & Saiegh, S. (2021). Constituency Effects and Legislative Dissent under Closed-List Proportional Representation. Latin American Politics and Society, 63(2), 78–99. https://doi.org/10.1017/lap.2021.6

Al-Hamdi, R., Sakir, & Lailam, T. (2021). Evaluating Closed-List Proportional Representation System and its Compatibility in Contemporary Indonesian Election. International Research Conference Proceedings, XV, 43–49.

Amalia, Z. (2018, July 17). Ramai Artis Nyaleg, SMRC: Bisa Dongkrak Popularitas Partai. Detiknews.

Aminah, S., Apriani, T., Pranasari, M. A., Indarti, D. M., & Herlina, M. (2020). The High Political Costs in Local Head Election (Case Study in Indonesia). European Journal of Molecular and Clinical Medicine, 7(11), 653–682.

Amrullah, A. (2023, January 8). Pengamat: Sistem Proporsional Tertutup Perkuat Oligarki, Hambat Partisipasi Politik. Republika.Co.Id.

Anjalline, I., Anggraini, R. A. R., & Indrayati, R. (2014). Pengaturan Dana Kampanye Pemilihan Umum Sebagai Tanggung Jawab Calon Anggota Legislatif Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. E-Journal Lentera Hukum, 1(1), 42–53.

Argawati, U. (2023). Pro-Kontra Sistem Pemilu Proporsional Terbuka. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=19011

Cheibub, J. A., & Sin, G. (2020). Preference vote and intra-party competition in open list PR systems. Journal of Theoretical Politics, 32(1), 70–95. https://doi.org/10.1177/0951629819893024

Elyta, & Zulkarnaen. (2016). Political Participation of Border Communities At Sajingan Besar in Election of Representatives Area. Jurnal Borneo Akcaya, 3(2), 35–41. https://doi.org/10.51266/borneoakcaya.v3i2.73

Fink-Hafner, D., & Novak, M. (2022). Party Fragmentation, the Proportional System and Democracy in Slovenia. Political Studies Review, 20(4), 578–591. https://doi.org/10.1177/14789299211059450

Hannan, A., & Busahwi. (2021). Problem Politik Kabinet Koalisi: Konflik Kepentingan Hingga Konflik Internal Partai Politik. Kabilah: Journal of Social Community, 6(2), 1–18.

Jama, S. R. (2021). The Essence of Civil Society in Democracy. JED (Jurnal Etika Demokrasi), 6(1), 23–34. https://doi.org/10.26618/jed.v6i1.4369

Jati, W. R. (2021). From Rational to Irrational Behaviour: The Shift in Indonesian Voting Behaviour After Reformasi Era. Politica, 12(2), 161–173. https://doi.org/10.22212/jp.v12i1.2319

Kampelman, M. M. (1990). The Rule of Law and Free Elections. World Affairs, 153(1), 13–15.

Karp, J. A., & Banducci, S. A. (2008). Political Efficacy and Participation in Twenty-Seven Democracies: How Electoral Systems Shape Political Behaviour. British Journal of Political Science, 38(2), 311–334. https://doi.org/10.1017/S0007123408000161

Kselman, D. M. (2020). Public goods equilibria under closed- and open-list proportional representation. Journal of Theoretical Politics, 32(1), 112–142. https://doi.org/10.1177/0951629819895808

Kurnianingrum, R. I. (2020). Reconsidering the Closed Proportional System for Indonesia. JPPUMA : Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 8(2), 106–114. https://doi.org/10.31289/jppuma.v8i2.3563

Mahendra, K. (2023, May 31). Ramai Para Penolak Sistem Proporsional Tertutup: 8 Fraksi DPR, SBY hingga PSI. Tempo.Co.

Mershon, C. (2020). Challenging the wisdom on preferential proportional representation. Journal of Theoretical Politics, 32(1), 168–182. https://doi.org/10.1177/0951629819892334
Morgan-Jones, E., & Loveless, M. (2023). Early Election Calling and Satisfaction with Democracy. Government and Opposition, 58, 598–622. https://doi.org/10.1017/gov.2021.44

Ni’am, S. (2023, January 8). Kadernya Ajukan Judicial Review Sistem Pemilu, PDI-P: Kami Hormati Apapun Putusan MK. Kompas.Com.

OECD. (2020). Innovative Citizen Participation and New Democratic Institutions: Catching the Deliberative Wavee.

Pratiwi, D. A. (2018). Sistem Pemilu Proporsional Daftar Terbuka di Indonesia: Melahirkan Korupsi Politik? Jurnal Trias Politika, 2(1), 13–28. https://doi.org/10.33373/jtp.v2i1.1235

Rahma, N. M. (2022). Review Buku Sebuah Pembelajaran Untuk Pemilu yang Akan Datang. Jurnal Penelitian Politik, 19(1), 67–72.

Reynolds, A., Reilly, B., Ellis, A., Cheibub, J. A., Cox, K., Lisheng, D., Elklit, J., Gallagher, M., Hicken, A., Huneeus, C., Huskey, E., Larserud, S., Patidar, V., Roberts, N. S., Vengroff, R., & Weldon, J. A. (2016). Desain Sistem Pemilu: Buku Panduan Baru International IDEA. In Perludem. International Institute for Democracy and Electoral Assistance.

Ritonga, R. (2013). Normative Judicial Analysis of Dissolution of Political Parties Towards Democratic System in Indonesia. The First International Conference on Law, Business and Government 2013, UBL, Indonesia, 1, 141–146.

Ryan, R. (2022, November 18). Gugat UU ke MK, Kader PDIP-NasDem Mau Pemilu Coblos Partai Bukan Caleg. CNN Indonesia.

Safwan, A. M., Wahidin, S., Nurita, R. F., & Rifandhana, R. F. (2021). Analisis Hukum Asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, Adil Dalam Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019. Bhirawa Law Journal, 2(2), 136–144. https://doi.org/10.26905/blj.v2i2.6825

Syafei, M., & Darajati, M. R. (2020). Design of General Election in Indonesia. Law Reform, 16(1), 97–111. https://doi.org/10.14710/lr.v16i1.30308

Tambunan, D. (2023). The intervention of oligarchy in the Indonesian legislative process. Asian Journal of Comparative Politics, 8(2), 637–653. https://doi.org/10.1177/20578911231159395

Tanjung, T. (2023). Mengenal Sistim Proporsional Terbuka Di Indonesia Menuju Pemilihan Umum Tahun 2024. BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(1), 125–133.

Thaheer, M. (2010). Why the Proportional Representation System Fails to Promote Minority Interests? A discussion on contemporary politics and the Sri Lanka Muslim Congress. PCD Journal, II(1), 95–118.

Warsudin, D., & Hamid, H. (2022). Implikasi Penerapan Sistem Proporsional Terbuka dalam Pemilihan Umum terhadap Profesionalitas Anggota Legislatif dan Kualitas Kaderisasi Partai Politik Dihubungkan dengan Undang-
Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 9(2), 1104–1114.

Weale, A. (2013). Democratic Justice and the Social Contract. Oxford Academic. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199684649.003.0001